Berita Dunia

Hubungan Jokowi dengan partai yang berkuasa mencapai titik terendah di tengah klaim administrasi memberikan pos strategis kepada pihak luar

JAKARTA – Hubungan lincah antara Presiden Joko Widodo dan para elit Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) kembali mencapai titik terendah – kali ini atas penunjukan tokoh-tokoh non-partai ke posisi manajemen senior yang terkenal bergaji tinggi di banyak perusahaan milik negara.

Elit partai baru-baru ini melancarkan serangan di Twitter dan WhatsApp terhadap Erick Thohir, yang memimpin tim kampanye pemilihan ulang Jokowi pada 2019.

Taipan media dan olahraga berusia 50 tahun, sekarang menteri BUMN, bukan kader partai tetapi secara luas dipuji karena berhasil menyelenggarakan Asian Games 2018 di Indonesia.

Pemimpin PDI-P Adian Napitupulu telah menjadi yang paling vokal dalam menyuarakan kekecewaannya. Dia terutama mempermasalahkan kegagalan Erick untuk memenuhi janji bosnya untuk menunjuk pendukung dan kader PDI-P ke posisi senior di perusahaan milik negara dan jabatan strategis lainnya seperti staf khusus untuk menteri.

The Straits Times memahami bahwa Adian menyerahkan daftar sekitar 30 kandidat pada Oktober 2019 kepada Sekretaris Negara Pratikno, yang kemudian menyerahkannya kepada Erick. Adian mengatakan tidak ada nominasinya yang pernah dipanggil.

Rancour tumbuh di PDI-P ketika Erick memberikan beberapa jabatan yang dicari kepada mantan kolega yang membantunya menyelenggarakan Asian Games 2018, termasuk seseorang dari partai politik di luar koalisi yang berkuasa.

Posisi teratas di perusahaan milik negara di Indonesia telah lama diisi oleh para profesional dan tokoh yang berafiliasi dengan partai yang berkuasa. Banyak dari jabatan perusahaan ini membayar gaji lebih tinggi daripada menteri Kabinet.

Bagian yang masuk ke partai politik harus disediakan untuk orang-orang yang berkampanye untuk Jokowi dalam pemilihan terakhir, karena orang-orang yang mendukung ide-ide dan visinya akan berada dalam posisi terbaik untuk memastikan semua programnya terwujud, Adian berpendapat.

Juru bicara kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan kepada ST bahwa masukan dari berbagai kelompok kepentingan diterima, tetapi menekankan bahwa bosnya harus mengambil sikap profesional dalam membuat janji.

Pengamat politik, termasuk Ali Nurdin dari Universitas Mathla’ul Anwar di Jawa Barat, setuju.

“Setiap partai politik harus membiarkan semua kadernya yang memegang posisi apa pun di pemerintahan berorientasi pada kepentingan rakyat dan bangsa, tidak disandera dengan kepentingan partai politik,” kata Ali.

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *